Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2015

Kisah Perempuan Melarat Memikirkan Kesucian Harta

 
"Apakah hasil penjualan benang yang saya pintal di bawah cahaya lampu kafilah itu halal untuk saya gunakan?" tanya si perempuan itu.
Ada sebuah pesan menarik yang bisa jadi pelajaran penting buat kita, dari kisah perempuan melarat curhat dengan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali).
Suatu ketika Imam Hambali dihampiri perempuan muda yang hendak mencurahkan isi hatinya. Perempuan ini sedang dihantui perasaan bersalah atas sikapnya beberapa waktu yang lalu.
Mula-mula ia menceritakan kondisi serba kekurangan bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Keadaan ini terpaksa ia hadapi karena sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga telah lama meninggal dunia.
Untuk bertahan hidup, perempuan itu mengandalkan profesinya sebagai pemintal benang. Malam ia memintal, siang ia menjualnya. Fasilitas yang amat terbatas membuatnya tetap melarat dengan pekerjaan ini.
"Karena tidak memiliki lampu di dalam rumah, untuk memulai memintal benang, saya terpaksa menunggu cahaya bulan purnama," kata perempuan malang ini.
Namun suatu malam, tempat tinggal keluarganya tidak segelap biasanya. Bukan sebab sinar purnama telah tiba, melainkan serombongan kafilah kebetulan bermalam di dekat rumah perempuan ini.
Lampu-lampu yang mereka bawa secara tidak sengaja turut menerangi area dan gubuk di sekelilingnya.
Di hadapan Imam Hambali, perempuan ini mengaku telah memanfaatkan kesempatan bersama cahaya lampu para kafilah tersebut untuk memintal. Yang membuatnya gundah adalah kealpaannya meminta izin kepada rombongan kafilah.
"Apakah hasil penjualan benang yang saya pintal di bawah cahaya lampu kafilah itu halal untuk saya gunakan?” tanya perempuan itu kepada sang imam.
Imam Hambali menatap kosong. Sesaat kemudian air matanya mengalir. Dia heran, di tengah mayoritas orang dilanda keserakahan terhadap dunia, ada seorang perempuan miskin yang masih memikirkan kesucian harta.
Imam Bukhari dalam riwayatnya menceritakan prediksi Rasulullah bahwa "Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram."
(Sumber: NU Online)

Minggu, 28 Desember 2014

Bocah dan Sekantong Paku


Konon Ahmad adalah bocah yang sulit diatur… sifatnya yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain.
Suatu ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya; “Nih, tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku di pagar itu” kata ayahnya.
Di hari pertama, Ahmad menancapkan sebanyak 32 batang paku di pagar… dan setelah seminggu berlalu, ia demikian terkejut melihat banyaknya paku-paku yang tertancap di pagar. Ia pun memutuskan untuk lebih mengendalikan dirinya dan mengurangi jumlah paku yang harus dia tancapkan tiap hari.
Ternyata benar, ia berhasil mengurangi jumlah paku yang harus ditancapkannya tiap hari… dan saat itulah ia mulai sadar bagaimana cara mengendalikan diri. Baginya, hal tersebut lebih mudah dari pada harus menancapkan paku di pagar setiap hari.
Demikian Si Ahmad melalui hari-hari berikutnya… hingga tibalah suatu hari dimana ia tidak lagi menancapkan sebatang paku pun di pagar! Ketika itulah Ahmad melapor kepada Ayahnya, dan mengatakan bahwa ia tidak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun…
Sang Ayah pun berkata kepadanya: “Hmm… baiklah, sekarang cabutlah sebatang paku setiap harinya, jika kamu berhasil melewati hari itu tanpa berkata kasar atau bertengkar dengan siapa pun…”
Hari demi hari berlalu cukup lama hingga akhirnya Ahmad berhasil mencabut seluruh paku tersebut. Ia pun melapor kepada ayahnya bahwa seluruh paku di pagar telah dicabutnya kembali. Maka Sang ayah mengajaknya ke pagar sembari berkata: “Hmm, bagus bagus… kerjaanmu cukup baik… tapi, coba perhatikan lubang-lubang bekas paku yang kau tancapkan di pagar, ia takkan kembali seperti sedia kala! Wahai Anakku… ketika kamu bertengkar dan marah dengan seseorang, kamu akan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik… kamu meninggalkan mereka dengan luka yang dalam seperti lubang-lubang yang kau lihat ini… benar, kau bisa saja menikam seseorang lalu mencabut pisau tadi dari perutnya; akan tetapi, kau pasti akan meninggalkan bekas luka yang dalam! Karenanya, percuma saja kamu menyesali perbuatanmu itu berkali-kali, karena toh bekas lukanya tetap ada, dan ingatlah bahwa luka akibat lisanmu adalah lebih menyakitkan dari pada tikaman”.
Al Mutanabbi mengatakan:
جِرَاحَاتُ السِّÙ†َانِ Ù„َÙ‡َا الْتِئَامُ Ùˆَلاَ ÙŠَÙ„ْتَئِÙ…ْ Ù…َا جَرَØ­َ اللِّسَانُ
Kalau senjata lukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh.
Kalau lisan lukai hati, kemana obat hendak dicari...
Semoga bermanfaat. ...

Senin, 22 Desember 2014

Kisah Cinta Suami Istri Yang Mengharukan.


Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yg mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina.
Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yg lalu.
Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggabnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.
Sambil menahan perasaan yg tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina.
Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.
Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui.
Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya.
Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang,
“Istriku, saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!”
Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yg masih sangat ia cintai, sosok yg selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya.
Maka, dia pun lalu bertanya,
“Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…”
Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab,
“Suamiku… ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!”
Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.
“Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…”
Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.
Yup… till death do apart..! Subhanallah…
Kesimpulan Cerita Kisah Suami Istri yang Mengharukan
Tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain yg juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga.
Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yg kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.
“Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!”

Kamis, 11 Desember 2014

JADIKAN DIRIMU SEPERTI POHON


JADIKAN DIRIMU SEPERTI POHON-ADA suatu kisah, dimana seorang ayah dan puteranya sedang melakukan perjalanan. Ketika diperjalanan terlihat ada sebatang pohon kayu nan tinggi, yang ternyata menjadi hal menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.
“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.
“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.
“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.
“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.
“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.
“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.
Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.
Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.
Maka, kita dapat mengambil hal yang begitu berarti bagi kita, yakni jadikanlah dirimu seperti pohon, walau berada dalam keadaan apa pun. Terus ikuti cahaya kebenaran, dengan selalu mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Agar kita tidak tersesat ke dalam kegelapan. Dan bila kita terperangkap ke dalam kegelapan, jangan kia terpedaya dengan keadaan tersebut, tapi nyalakanlah cahaya walau itu hanya menggunakan lilin.

Tips Berbisnis Ala Donald Trump

 

Donald Trump adalah seorang pebisnis terkenal di dunia dengan perusahaan raksasa yang dikelolanya. Trump memiliki jurus rahasia dalam mengelola bisnis suksesnya.


Pria bernama lengkap Donald John Trump Sr. ini memulai karirnya di perusahaan bidang perumahaan kelas menengah milik Ayahnya. Sejak itulah Trump mulai tertarik di bidang real estate. Kini, nama Trump telah menyebar ke seluruh dunia atas keberhasilannya. Pendiri sekaligus pemilik Miss Universe Organization ini sukses mengelola perusahaannya dan mulai merambah bidang entertainment resort dan berniat untuk mengikuti pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 mendatang. Kini, The Trump Organization bernilai US$ 4 miliar.
Trump berbagi 6 jurus kepada NBC Network tentang kesuksesannya dalam berbisnis :



Perhatikan berita ekonomi lokal dan internasional



Paling tidak beberapa kali sehari.


Serapi, pahami, dan lakukan.



Jika Anda memiliki sebuah ide maka sangat bijaksana untuk mematangkan ide tersebut dan lakukan. Ingat! Pengetahuan tanpa sebuah perbuatan tidaklah berguna.


Hindari comfort zone Anda.



Ketika Anda mulai berada di titik aman, maka kemajuan bisnis Anda akan berhenti sampai di situ.


Jujur bukan berarti polos dan mudah ditipu.



Jika Anda adalah orang yang jujur, maka sebaiknya Anda mengetahui pertanyaan yang harus ditanyakan, begitupun dengan jawabannya.


Sadari bahwa ketakutan adalah kebalikan dari keyakinan.





Jangan meragukan kekuatan Anda!


Apapun yang Anda pilih, Anda pasti mampu mengatasinya.
Dalam acara tersebut, Trump menekankan bahwa inti sebuah kesuksesan adalah yakin dan lakukan apa yang Anda yakini akan membuat Anda sukses.
Salam Sukses Luar Biasa !

11 Kebiasaan yang Harus Kamu Ubah Sekarang, Demi Jadi Ibu yang Baik di Masa Depan

Sebagian besar dari kita ingin menikah lalu memiliki anak. Di lain sisi, menjadi ibu bukanlah pekerjaan gampang. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kamu mulai menyiapkan diri dari sekarang.
Mungkin kamu saat ini belum memiliki pasangan yang serius. Bisa juga, kamu belum berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Tetapi hal ini tidak boleh menjadi alasanmu untuk menolak bersiap-siap. Banyak lho orang yang menikah tanpa mesti berlama-lama pacaran dulu. Siapa tahu, tahun depan atau dua tahun lagi kamu akan memulai hidup baru?
Nah, dalam artikel ini, Hipwee akan menjabarkan untukmu 11 kebiasaan yang harus kamu ubah dari sekarang agar bisa menjadi ibu muda yang baik di masa depan. Semoga bisa membantu persiapanmu untuk menjadi ibu yang menakjubkan!

1. Menjadi Ibu Adalah Perjalanan Menempa Kesabaran. Alangkah Baiknya Bila Perjalanan Itu Kamu Mulai dari Sekarang.



Jika bisa menggeneralisir, perbedaan mendasar antara ibu muda dan ibu senior jatuh pada pengontrolan emosi. Karena masih “baru”, seorang ibu muda kerap tak bisa bersabar menghadapi tingkah anaknya yang tak bisa diam. Maka dari itu, gak ada salahnya jika kamu mulai belajar menempa kesabaran mulai sekarang.
Gak mungkin kan kamu lantas kesal bayimu nangis terus ditengah malam karena kehausan? Gak mungkin juga kan kamu sontak marah-marah hanya karena bayi kecilmu memecahkan keramik kesayanganmu tanpa sengaja? Karena dengan menjadi ibu, itu artinya kamu harus ekstra bersabar dengan segala bentuk sikap tingkah polos anak yang kadang membuat ubun-ubun mulai terbakar. Pesan dari para ibu: “Sabaaaar!”



2. Mulailah Untuk Tak Jijik Pada Hal-Hal yang Kotor, Karena Bayimu Nanti Takkan Bisa Bersih-Bersih Sendiri



Alangkah baiknya sekarang kamu berlatih untuk tidak takut kotor. Karena nanti, kamu akan dihadapkan setiap hari dengan bayi yang tiba-tiba menangis karena buang air besar. Bisa juga, dia sering muntah hanya karena minum air susu. Nggak mungkin juga ‘kan kamu lari terbirit-birit mencari pertolongan hanya karena tidak bisa membersihkan popoknya atau muntahannya? Menangis tersedu-sedu pun tak akan menyelesaikan masalah.
Nah, jadi ini saatnya kamu memberanikan diri untuk tidak merasa jijik dengan hal yang kotor. Rajin-rajinlah membersihkan kamar kost atau komplek perumahanmu. Saat musim hujan, bantu tetangga dan Pak RT-mu membersihkan saluran got yang tersumbat. Bantu mbak rewang atau asisten rumah tanggamu untuk memilah dan membuang sampah rumah tangga. Jika kamu sudah menjadi ibu suatu hari nanti, kamu akan merasakan manfaatnya.


3. Pandai di Dapur Itu Bukan Kewajiban, Tapi Kamu Harus Memperhatikan Apa yang Kamu Makan



Kamu tak harus pandai memasak, kok. Banyak cewek modern yang memiliki keterampilan atau keahlian lain di luar dapur, dan ini nggak salah sama sekali! Tapi, kamu tetap harus bertanggung jawab atas apa yang dimakan calon bayimu nanti. Kamu tak akan bisa menjaga kesehatan bayimu jika tak tahu caranya memilih makanan yang baik. Misalnya, bayimu bisa obesitas dan rentan diabetes kalau setiap hari kamu asupi dengan karbohidrat berlebihan. Bayimu juga akan terhalang perkembangan otaknya kalau kamu terlalu sering memberinya mie dan sosis instan.
Mulai sekarang, latihlah “insting”-mu untuk bergaya hidup sehat dengan memperhatikan apa saja yang kamu sendiri makan selama ini. Nah, agar kamu bisa hati-hati dalam memilih makanan, yuk belajar untuk menyimak label kemasan. Perhatikanlah hal-hal berikut ini:
  • Ada atau tidaknya label halal pada kemasan
  • Komposisi atau daftar bahan makanan yang digunakan
  • Tanggal kadaluarsa dan tanggal produksi makanan
  • Nomor pendaftaran (MD = diproduksi dalam negeri. ML = diproduksi di luar negeri. PIRT = diproduksi oleh industri rumah tangga)
Sebenarnya sederhana, ‘kan?


4. Jika Kamu Seorang Penyayang Hewan, Biasakanlah Untuk Rutin Mencuci Tangan



Yang paling menyenangkan dari memiliki anjing atau kucing adalah memeluk mereka. Namun, pastikanlah bahwa kontak fisikmu dengan hewan kesayanganmu itu tak akan membuatmu tertular virus berbahaya. Untuk pencegahan, jangan lupa selalu cuci tangan setelah kamu berinteraksi dengan mereka. Jaga juga kebersihan kandangnya.


5. Jangan Takut Atau Alergi Pada Pemeriksaan Kesehatan, Karena Kehidupan Bayimu Bergantung Pada Kondisi Kesehatanmu



Kamu tidak perlu takut untuk memeriksakan kesehatanmu dari sekarang. Misalnya, kamu bisa mengecek rhesus, tes HIV, dan screening thalasemia. Jika kamu memang ketahuan positif terinfeksi virus-virus tertentu, ini akan memungkinkanmu mendapat pertolongan intensif sehingga mengurangi risiko penularan pada keturunanmu. Sudah terlalu banyak bayi yang secara tragis mewarisi penyakit karena sang ibu terlambat mendeteksi gen atau virus berbahaya di dalam tubuhnya.
Jika kamu pecinta hewan, ada beberapa pemeriksaan tambahan yang bisa kamu lakukan. Salah satunya adalah pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes). Jika tak terdeteksi, virus toksoplasma bisa menyerang janinmu dan berakibat fatal: dari cacat bawaan, pembengkakan hati dan limpa, penyakit kuning, hingga pembengkakan mata. Ingat, bayimu tak dilahirkan ke dunia untuk menderita.


6. Mulai Sekarang, Berhenti Melarang-Larang Orang Jika Tak Punya Alasan yang Logis



“Sayang, malem ini aku keluar bareng Adit, Yogie, sama Risang ya.”
“Kalian mau ngapain?”
“Kakaknya si Adit ada gig, kita bertiga pengen nonton.”
“Huh, nggak boleh!”
“Lho, kenapa Sayang?”
“Ya pokoknya nggak boleh aja!”
Apakah kamu sering melarang pacarmu melakukan sesuatu tanpa jelas apa alasannya? Kalau iya, kamu harus menghentikan kebiasaan itu. Itu tidak adil untuk pacarmu, dan kamu juga bukan diktator yang bisa memaksa-maksa orang begitu saja.
Kamu harus mengembangkan kemampuan untuk bisa menjelaskan kenapa menurutmu seseorang tak boleh melakukan sesuatu. Ini akan sangat berguna ketika kamu sudah memiliki anak. Kamu tidak boleh begitu saja bilang “tidak” atau “jangan” kepada anakmu. Demi perkembangan psikologisnya sendiri, kamu harus bisa menjelaskan kenapa sesuatu itu tak baik atau belum layak untuk dia.
Ingat, jika kamu hanya melarangnya tanpa menjelaskan kenapa, bisa-bisa dia memberontak dan malah jadi anak yang bandel!


7. Terimalah Juga Kenyataan Bahwa Saat Sudah Jadi Ibu Nanti, Kamu Akan Lebih Sering Membeli Kebutuhan Mereka Daripada Kebutuhan Diri Sendiri

Kegiatan belanjamu tak akan sebebas dulu

Saat sudah jadi ibu nanti, anakmu akan menjadi pusat duniamu. Bisa dibilang dia layaknya matahari dan kamu planet Bumi yang mengelilinginya dalam orbit. Segala perputaranmu, aktivitasmu, dan rencana kegiatanmu harus “tunduk” pada kebutuhan anakmu.
“Duuh ini dress lucu banget! Tapi jangan beli dulu deh, uang les Axel harus dibayar minggu depan…”
“Beli lipstik baru nggak ya? Yang ini udah hampir abis, tapi susu formula Kinan juga hampir abis…”
Saat menjadi ibu, kebutuhan hidupmu harus kalah pada kebutuhan anakmu. Karena itu, tak ada salahnya membiasakan hidup dengan skala prioritas dari sekarang. Jangan pernah menghambur-hamburkan uang dengan alasan kamu masih muda. Jangan boros. Kamu akan paling merasakan manfaat kebiasaan ini jika sudah harus memikirkan kebutuhan suami dan anakmu nanti.


8. Tak Ada Salahnya Jika Mulai Sekarang Kamu Belajar Bersikap Taktis, Fleksibel, dan Anti-Perfeksionis.

Women are skilled and superior multitaskers?

Ketika kamu sudah menjadi ibu muda, kamu harus ikhlas mengerjakan tugas yang bukan hanya untuk kepentinganmu saja. Tak jarang, di satu waktu kamu dihadapkan dengan anakmu yang minta dibikinkan susu, tamu yang mendadak datang, suami yang minta dipasangkan dasi, sementara kamu sendiri harus siap-siap berangkat kerja!
Realita kehidupan ibu muda adalah waktu yang serasa selalu mengkhianati mereka.
Jadi, hentikan kebiasaan rempong dan perfeksionismu mulai sekarang. Belajarlah untuk bersikap taktis dan strategis demi mengerjakan sekaligus beberapa hal. Setiap perempuan punya kemampuan (karena keharusan!) untuk menjadi multitasker, hanya saja kamu perlu melatihnya dari sekarang. Kalau keahlian ini tak terasah dengan baik, kamulah yang nanti akan benar-benar kerepotan.



9. Pahat dalam Pikiranmu Bahwa Merawat Diri dan Tampil Cantik Itu Tidak Harus Ribet

Masih bisa tampil cantik kapan saja dan dimana saja

“Aduh bentar yaaa… gw masih harus blow dry rambut dulu nih! 5 menit lagi yaaaa!”
(Lalu ditunggu 30 menit dan belum selesai-selesai)

“Eyeliner-ku bleber di mata nih, tapi masa’ aku keluar gak pakai eyeliner? :(((((“

Jika sudah menjadi ibu nanti, kehadiran anak akan membuatmu “terhisap” dengan urusan rumah tangga yang tidak ada habisnya. Waktumu untuk memanjakan diri sendiri sudah akan otomatis berkurang. Maka dari itu, kamu harus belajar mulai sekarang cara untuk tampil cantik tanpa ribet dan menghabiskan waktu. (Hipwee pernah membahas di sini tips-tips yang bisa kamu terapkan untuk mempercantik wajahmu tanpa begitu banyak usaha.)
Cantik itu sederhana. Gak mungkin juga ‘kan kamu tampil cantik ala Syahrini saat kamu harus membawa bayi?


10. Hentikan Kebiasaan Sering Memotong Ucapan Orang, Karena Menjadi Ibu Akan Menuntutmu Untuk Banyak Mendengarkan

Nikmatilah kebersamaanmu dengan anak-anak

Menjadi ibu berarti kamu sudah siap mendengarkan ocehan-ocehan polos anak-anak. Lihat saja ibu kita masing-masing, bagaimana mereka selalu mendengar dengan sabar dan membiarkan kita bicara panjang lebar — bahkan untuk hal-hal yang tidak penting.
Nah, mulai sekarang tidak salahnya kamu untuk mulai mencoba menjadi pendengar yang baik bagi teman-temanmu. Hentikanlah kebiasaan memotong pembicaraan orang dan mau menguasai pembicaraan sendiri.
Setiap ibu selalu berkata bahwa membesarkan anak telah mengajarkan mereka banyak hal. Darimana mereka belajar, jika bukan dari celotehan anak-anaknya?


11. Menjadi Ibu Adalah Perjalanan Panjang nan Melelahkan. Tapi, Selalu Ada Cara Supaya Kamu Tak Mabuk Perjalanan.

Chelsea Islan dan Ibu

Jika kamu bertanya pada ibumu sendiri, beliau pasti mengiyakan bahwa menjadi ibu adalah perjalanan panjang nan melelahkan. Bayangkan saja, kamu tidak akan pernah tahu tantangan apa yang akan kamu hadapi setiap pagi. Buah hatimu bisa jatuh sakit tanpa disangka-sangka. Dia pun bisa tiba-tiba mogok bicara karena menemui masalah di sekolahnya. Ketika ia sudah tumbuh lebih dewasa dan mulai mengenal cinta, kamu akan jadi saksi betapa ia pernah tergila-gila dan nyaris melupakan keluarganya, atau patah hati dan kehilangan semangat hidupnya.
Kamu akan belajar caranya mengelap bokong, membuat kompres, dan menyedot hidung malaikatmu ketika ia pilek. Malam-malammu akan ramai dengan tangisan dan jeritan bayi yang seolah tanpa henti. Akan ada waktu dimana kamu merasa gagal melakukan segala hal. Namun percayalah, kamu sudah punya semua yang kamu perlukan untuk bertahan.
“Sometimes when I thought I needed a miracle, I would look into my daughter’s eyes. Then I realized: I already created one.”
-Suci, 26 tahun, ibu dari dua anak
Selalu ada cara supaya kamu tak “mabuk perjalanan”. Selalu ada suami, ibu, dan teman-teman baikmu yang akan menawarkan pertolongan.
Itulah pentingnya memiliki calon suami yang bisa diajak bekerja sama. Itu pula mengapa, kamu perlu mulai terbuka dan membicarakan lebih banyak hal pada ibu kandungmu. Ingat, bahkan calon ibu yang paling menakjubkan pun masih akan memerlukan bantuan.
“The best thing a girl can be is a good wife and mother. It is a girl’s highest calling. I hope I am ready.”
― Nancy E. Turner

Menjadi ibu adalah salah satu hal yang paling diidam-idamkan perempuan. Namun, tidak lantas semuanya bisa berjalan sesuai yang kita bayangkan. Karena menjadi ibu butuh usaha ekstra, tidak ada salahnya bukan, mulai belajar dari sekarang?

by agustin fatimah

Inilah 7 menit sisa kehidupan kamu, disaat kamu sudah mati!

Taukah kamu bahwa setelah mati , otak manusia akan tetap bekerja selama 7 menit ? dan dalam tujuh menit ini , kita akan mengulang kembali seluruh kejadian dalam hidup kita, dalam sebuah mimpi. mengerikan ?

 

Menit Pertama

 

Di menit pertama ini , kita akan mengalami kembali masa ketika kita baru dilahirkan kedunia.
Disini kita akan melihat wajah orang pertama yang kita lihat ketika kita lahir , dokter yang membantu kelahiran kita , atau untuk anda yang masih tradisional saya akan bilang itu , dukun beranak.
Anda akan melihat wajah seorang wanita yang telah menjadi ibu anda untuk pertama kalinya. Lalu anda akan melihat wajah seorang pria yang telah menjadi seorang pria, yang tersenyum lebar.
Perasaan yang anda rasakan saat melihat kedua orang tua anda di momment ini , bergantung pada apa yang anda rasakan pada mereka disepanjang kehidupan anda. Bisa jadi cinta , atau benci.

Menit kedua

Di menit kedua , anda akan mengulang kembali pengalaman bersama sahabat sahabat anda , dari yang terbaik hingga yang terburuk.
Masa ketika anda tertawa bersama , menangis , bercerita , saling mendukung , pertengkeran , berdebat , hingga perpisahan dengan mereka.

Menit Ketiga

Dimenit ketiga , anda akan mengingat orang orang yang pernah anda cintai , dalam menit ini , anda akan jatuh cinta lagi pada mereka semua.
Dimulai dengan cinta pertama , dimana untuk pertama kalinya anda sadar bahwa anda jatuh cinta.
Anda akan ingat , bagaimana senyumannya bisa membuat anda gila. bagaimana anda rela melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia. bagaimana anda tak bisa jauh darinya.
Dilanjutkan dengan masa ketika anda patah hati , menjalani masa masa sendirian , masa dimana anda bersumpah bahwa cinta itu tak pernah ada. Kemudian sampai ketika anda menemukan kembali orang yang membuat anda jatuh cinta lagi.

Menit keempat

Di menit ini , anda akan kembali ke masa masa terburuk dalam hidup anda. Anda akan kembali kemasa ketika anda pertama kali merasakan patah hati. Masa ketika anda harus melihat orang orang yang anda sayangi meninggal dunia.
Anda akan ingat , bagaimana anda membenci seseorang , dan dia juga membenci anda.
Anda akan ingat bagaimana anda menemukan seseorang yang anda cintai , tapi tak bisa anda miliki.
Mana yang paling menyakitkan dari semua itu ? Kematian ? Patah hati ? Permusuhan ? Kamu sendiri yang menentukan.

Menit kelima

Di menit kelima , kamu akan ingat semua pelajaran yang pernah kamu dapat. Pelajaran sekolah ? Bukan !
Pelajaran besar tentang hidup.
Pelaran tentang kebahagian
Pelajaran tentang kesedihan
Pelajaran tentang persahabatan
Pelajaran tentang cinta
Pelajaran tentang kebencian
Pelajaran tentang kehilangan…

Menit Keenam

Di menit ini , kita akan mengalami kembali segala sesuatu tentang diri kita.
Bagaimana kita berbicara , berjalan , bernyanyi , tertawa , bermain gitar , menangis. Bagaimana bentuk wajah kita , tubuh kita. Apakah kita mensyukri atau tidak menerimanya ? Putuskan sendiri.

Menit ketujuh.

Di menit terakhir ini , saya tidak menemukan dengan pasti apa yang akan kita alami. Tapi yang pasti , dimenit terakhir ini , kita akan kembali ke kejadian yang paling berarti di sepanjang hidup kita. Bisa jadi kejadian baik atau buruk. Tak ada yang tau pasti. yang pasti kita akan menemukan jawaban dari seluruh kehidupan kita. jawaban yang tak pernah kita dapat semasa hidup.
Kitalah yang menentukan bagaimana 7 menit terakhir kehidupan itu akan kita alami. Jalanilah hidup , dan lakukan yang terbaik.

Hal Yang Mungkin Dilakukan Krisis Terhadap Kehidupan Anda


Pria ini bernama Atsushi Nakanishi. Dia berumur 40 tahun (tahun 2010). Sejak foto-foto ini diambil, Ia sudah kehilangan pekerjaannya lebih dari 6 bulan karena krisis. Sekarang dia tinggal di Capsule Hotel (sebuah penginapan umum di Jepang, dimana ruangannya hanya cukup untuk tidur), dimana ongkosnya dibayarkan oleh mantan bosnya. Mengenai soal makan, Ia harus makan di sebuah rumah makan murah setiap harinya. Berikut ini merupakan foto-foto Atsuhi dalam menjalani hari-harinya:
Crisis is guilty (10 pics)
Crisis is guilty (10 pics)
Crisis is guilty (10 pics)
*Ruangan yang hanya cukup untuk tidur. Bisa dibayangkan bagaimana jika Ia harus melakukan aktifitas lainnya*
Crisis is guilty (10 pics)
*Hiburannya hanya sebuah TV kecil yang menjadi fasilitas hotel tersebut*
Crisis is guilty (10 pics)
Crisis is guilty (10 pics)
Crisis is guilty (10 pics)
*Sehari-hari hanya makan ramen instan + daging kornet mentah*
Crisis is guilty (10 pics)
*Jika ingin melakukan aktivitas lain, Ia harus melakukannya di ruang tamu hotel*
Crisis is guilty (10 pics)
*Terlepas dari kondisi-kondisi di atas, Ia tetap semangat untuk mencari pekerjaan dan tidak pasrah pada keadaan*

Pesan :
Selalu bersyukur. Kita tidak akan pernah tahu, apakah kehidupan kita esok hari akan lebih baik atau lebih buruk dari hari ini.

by oca

Rabu, 10 Desember 2014

Kisah Perjuangan Kakek Penjual Tali Sepatu




Kisah Inspiratif tentang kakek penjual tali sepatu yang tidak mengeluh akan sulitnya menjalani hidup ini adalah sebuah tulisan dari note fesbuk seorang mahasiswa Unpad bernama Andre Daryanto.

Nama saya Andre, saya mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Padjadjaran, duduk di bangku semester 3, setiap pagi saya melangkahkan kaki dengan pasti menuju kampus yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kontrakan saya.
Satu sosok yang amat saya soroti, setiap pagi, setiap hari, seakan tak pernah bosan, duduk seorang pria tua, yang umurnya sudah lebih dari separuh baya, duduk termenung melamun memandangi daganganya yang tak laku laku, bapak itu setiap hari menjajalkan tali sepatu, dan sekali sekali menjual koran koran di pagi hari. Sungguh pemandangan yang menyayat hati. Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli tali sepatunya itu? teman teman mahasiswa hanya lewat tak memperhatikan, bahkan hanya sekedar menawar barang dagangan si kakek tua, masyaallah, Lalu lalang orang yang bergegas menuju kampus seolah tidak mempedulikan kehadiran kakek tua itu.

Sepulang Kampus

Kemarin setelah pulang dari kampus, saya menghampiri kakek tadi, menanyakan berapa harga tali sepatu yang beliau tawarkan "lima ribu cep" mau beli yang warna apa ? oh syukurlah ternyata masih ada yang mau beli dagangan bapak " sahutnya penuh lirih,
Oh tuhan, harga sepasang tali sepatu beliau jual hanya dengan harga 5 ribu, mengambil untung hanya seribu rupiah dari orang yang menjual kepada beliau, sontak darah saya berdesir cepat, seakan butiran airmata tak tahan ingin menghujat keluar, betapa tidak, seribu rupiah, itu hanya bisa membeli sebuah "gehu" pedas yang di jajalkan di pinggir pinggir jalan, dengan sekuat hati saya tahan perasaan iba," saya beli 2 pasang ya kek "
Kakek tersebut terlihat sangat senang, karena akhirnya, setelah dari subuh menjajalkan daganganya, baru pada pukul 2 siang saya orang pertama membeli dagangan beliau, saya mengeluarkan uang 20 ribu, beliau berkata," ga ada kembalianya kakek mah nak", jawab kakek. "oh ga apa apa kek, ambil saja kembalianya, dari saya".

Tinggal di Musholla Kampus

Demi keluarga tercinta, beliau rela tidur di musholla yang dingin sendiri, ditemani kesepian yang teramat mendalam , dan kerinduan akan menghabiskan hidup tenang, demi mencari sesuap nasi, membela harga diri, untuk tidak menjadi pengemis yang tanpa ada usaha sedikitpun, sungguh beliau begitu mulia, dan semoga Allah selalu bersama orang yang berhati seperti seorang malaikat yang sengaja di utus tuhan kebumi agar manusia dapat belajar, menghilangkan ketamakan dan bermalas malasan.
Untuk teman teman ku, yang mengatas namakan diri mereka mahasiswa, terutama anda yang berkuliah di kampus unpad jatinangor ini, saya harap, ini hanya salah satu bentuk saya saling berbagi, saling mengingetkan, bahwa di luar sana, masih banyak saudara saudara kita yang membutuhkan perhatian, jadilah mahasiswa seutuhnya, karena saya sendiri tidak mampu berbuat banyak, saya butuh kalian, kalian yang berjiwa besar, yang mau sedikit meluangkan waktunya memperhatikan orang orang di sekitar.

Jumat, 28 November 2014

Rustono, Juragan Tempe di Negeri Sakura



Ia sempat pulang ke Indonesia untuk memperdalam ilmu membuat tempe selama 3 bulan. Sekembalinya dari Indonesia, Rustono mencoba membuat tempe yang telah ia pelajari dengan 60 pengrajin tempe Indonesia
Nambahtau - Siapa sangka semangat yang dimiliki Rustono mengantarkannya menjadi pebisnis tempe sukses di negeri Sakura, Jepang. Usahanyanya ini berkembang saat perjumpaannya dengan gadis asal Jepang yang menjadi pujaan hatinya, yakni Tsuruko Kuzumoto.
Usai melangsungkan pernikahan, Rustono memutuskan tinggal di Jepang dan bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta. Saat melihat banyaknya hasil kedelai, Rustono jadi teringat kampung halaman. Tempe menjadi panganan favorit masyarakat Indonesia.

Lulusan perhotelan Sahid pada tahun 1987 ini memutuskan untuk mencoba peruntungan didunia kuliner. Ia sempat pulang ke Indonesia untuk memperdalam ilmu membuat tempe selama 3 bulan. Sekembalinya dari Indonesia, Rustono mencoba membuat tempe yang telah dipelajari bersama 60 pengrajin tempe Indonesia.
Kendala terbesar Rustono mengembangkan usahanya tak lain faktor cuaca, karena Jepang hanya memiliki kelembaban 60 persen dibanding Indonesia. Selain itu faktor perizinan yag sulit juga menjadi tantangan Rustono dalam berbisnis tempe di Jepang.
Kini ia telah memiliki produk tempe buatannya yang diberi label Rusto's Tempeh. Sekiranya ada 16.000 bungkus yang harus disiapkan setiap lima hari. Rustono menjual tempe buatannya di seluruh pelosok Jepang, baik di swalayan, rumah sakit atau restoran.

Jika dulu rumahanya yang dijadikan tempat pembuatan Rusto's Tempeh, kini ia telah memiliki lahan seluas 1.000 meter di pinggir hutan Jepang.