Selasa, 30 Desember 2014

Ternyata, Definisi 'Suami' di Jepang Bagi Para Istri Adalah...

Tulisan kanji di bawah ini adalah kanji yang dibaca menjadi “otto” atau suami, atau bisa juga “anata” , disini didefinisikan sebagai panggilan sayang dari istri kepada suaminya.

Tapi, kalau kanji ini kita balik, akan kita temukan definisi yang paling cocok untuk mengartikan kata “Suami”.

Yuk dibalik!

 

Dan jadilah....

 

Yen!!!

Hahhaha! Di Jepang, tanda ini melambangkan mata uang mereka yaitu Japan Yen,


dan juga ATM!
Bener juga sih, suami-suami punya kemiripan sama ATM sih! Mereka harus siap memberikan uang kalau-kalau sang istri butuh uang.
“Mereka memiliki uang, tidak membantah, tepat waktu, tidak bekerja di hari libur dan hangat saat disentuh”
 Menurut kalian gimana? Apa kalian setuju kalau kalian kaum cowok jadi mesin ATM buat para cewek atau pacar atau istri?

by keepo

Senin, 29 Desember 2014

KISAH RENUNGAN : "AWAS .. PANCI DOSA ..!!!"


Alkisah, ada seorang ilmuwan ingin mengadakan eksperimen. Untuk itu ia harus merebuas seekor katak hidup-hidup. Ia pun menyiapkan nya. Diambilnya sebuah panci, diisi dengan air secukupnya lalu diletakkan diatas tungku. Dengan sabar ia menunggu air hingga mendidih. Air pun mendidih lalu diambilah si katak malang, lalu dimasukanlah katak tersebut ke air yang tengah mendidih tersebut.

Namun apa yang terjadi? Si katak yang merasakan suhu yang tengah berubah drastis kontan sigap. Ia kaget, ia tanggap, katak pun kontan melompat keluar dari panci. Si katak kali ini selamat.

Si ilmuwan yang gagal dengan percobaan pertamanya tak kehilangan akal. Kali ini ia menyiapkannya dengan cara yang berbeda. Diambilnya lagi panci yang lain, dan sama seperti sebelumnya, ia isi dengan air lalu diletakan ke atas tungku.

Namun sebelum ia menyalakan tungkunya, dengan kondisi air yang masih dingin, ia masukkkan katak ke dalam panci. Si katak yang memang biasa dengan air, pun merasa nyaman-nyaman saja dengan kondidi ini, toh hitung-hitung mandi berendam. Si ilmuwan pun menyalakan tungkunya, namun kali ini apainya kecil saja agar air tik cepat mendidih.

Perlahan namun pasti air dalam panci pun menjadi kian hangat. Namun si katak masih nyaman-nyaman saja, "sekalian mandi air hangat" begitu pikirnya. Namun air pun kian menghangat, dan menghangat, si katak masih merasa nyaman dan aman. Hingga satu titik, ketika air sudah mulai sangat panas, kali ini si katak sudah tidak tahan, ia mencoba melompat. Namun sayang, kali ini ia tak bisa. Air sudah terlalu panas dan si katak pun mati, terebus bersama air panas tersebut.

***

Sadar atau tidak, adakalanya kita menemukan orang-orangyang menjadi katak ini. Atau jika mau jujur bercermin, boleh jadi kita-lah katak tersebut. Ketika seorang shalih di ajak bermaksiat terang-terangan sudah pasti ia akan menolak. Namun syaithan sungguh cerdas, alih-alih langsung terang-terangan, setan akan mendekatinya dengan perlahan-lahan, membuainya hingga terasa aman, nyaman menjadi kebiasaan, hingga akhirnya yang ada hanya penyesalan. Sadar atau tidak, si shalih telah beradaptasi dengan kemaksiatan.

Jika api besar dan air mendidih adalah dosa besar, maka api kecil adalah dosa-dosa kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa, lumrah, wajar atau bahkan kita merasa nyaman-nyaman saja denganya. Sebagaimana air hangat yang melenakan, pelan namun pasti dosa kecil kian memanaskan kita hingga suhu yang membinasakan.

Terlebih manusia sering meremehkan hal-hal yang ada embel-embelnya "kecil", batu kecil uang kecil, anak kecil dan termasuk pula dosa kecil. Sehingga tek jarang kita pun tak ambil pusing dengan dosa-dosa kecil yang kita perbuat. Jangankan taubat, istigfar pun seolah tak sempat. Kita merasa aman, kita nyaman, padahal ini strategi jitu syaithan yang menyesatkan.

Maka benarlah Rosulullah yang mengajak kita unruk mewaspadai dosa-dosa kecil. Dalam sebuah hadist riwayat Ahmad Rosulullah bersabda, "Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Hal itu tidak ubahnya sekelompok orang yang turun ke sebuah lereng gunung. Mereka masing-masing membawa sebatang ranting kayu sehingga dengan ranting-ranting kayu itu bisa mereka masak roti. Dosa-dosa kecil kapan saja di lakukan oleh seseorang ai akan menjadi celaka".

Karena memang dosa kecil yang dibiarkan ibarat titik kecil yang ditoreh di atas kertas. Satu titik memang tak ada apa-apanya dibandingkan luasnya putih kertas. Namun jika ditoreh berkali-kali, dan berulang kali, tanpa henti, tanpa pernah kita menghapusnya , pada akhirnya kita pun merasa asing dengan warna putih kertas semula. Maka liat , apa yang kita anggap sepele, satu titik hitam di kertas putih. namun jika diteruskan maka putihnya kertas kan berubah menjadi hitam. Inilah cara cerdas syaithan.

Tak diajaknya soerang muslim untuk langsung murtad. Dihembuskanya sedikit demi sedikit apa yang menarik hatinya, bisa lawan jenis, jabatan, kedudukn, harta, atau hal-hal non materi seperti jaminan, kebebasan ataupun kemenangan. Dibuatlah sedikit demi sedikit apa yang bertentangan dengan agama menjadi indah, dan kita pun terpesona dengan nya. Dan begitulah cara syaithan menyesatkan anak adam.

Mengapa Manusia Butuh Pelukan Setiap Hari?


Fakta ilmiah menyimpulkan bahwa manusia butuh berpelukan setiap hari. Pelukan memiliki efek sangat baik bagi kesehatan psikologis maupun fisik pada setiap manusia. Ini enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari.

1. Pelukan 8 kali sehari

Situs mercola mengabarkan, seorang Neuroeconomist, Paul Zak, atau yang lebih dikenal Dr. Cinta, merekomendasikan untuk rutin berpelukan sebanyak 8 kali perhari untuk merasa bahagia dan menikmati hubungan yang lebih baik. Bahkan ahli Psychotherapist, Virginia Satir, menyebutkan bahwa pelukan sebanyak 4 kali sehari untuk bertahan, 8 kali sehari untuk maintenance dan 12 pelukan untuk masa pertumbuhan. Saat berpelukan tubuh kita memproduksi hormon oksitoksin, yang terproduksi akibat respon sentuhan fisik. Hormon ini sangat baik untuk kesehatan dan menjauhkan tubuh dari penyakit.

2. Meningkatkan rasa aman

Penelitian menemukan fakta bahwa setiap sentuhan pelukan memberikan efek rasa aman dan nyaman setiap orang. Dengan pelukan, kita terbantu lebih terbuka dan jujur saat berkomunikasi. Selain itu pelukan juga memberikan efek baik saat seseorang mengalami guncangan hebat. Seperti depresi, kesepian, kehilangan seseorang dan lainnya. Dengan hormone oksitoksin yang dikeluarkan saat berpelukan, perasaan kesepian, terisolasi dan marah bisa mereda serta hilang.

3. Baik untuk kesehatan

Ternyata studi menemukan manfaat saat kita melakukan pelukan selama 10 detik. Saat berpelukan terjadi reaksi fisik dan tubuh mengeluarkan kimia alami sehingga tubuh menjadi sehat. Manfaat berpelukan antara lain mengurangi resiko serangan jantung, mengurangi stres, melawan rasa capek, melawan infeksi, menyembuhkan depresi.

4. Meningkatkan sistem imun

Tingkat imunitas pada tubuh seseorang ternyata bisa dipengaruhi oleh emosional mereka. Dengan tekanan tubuh yang dirasakan saat kita berpelukan, mengaktifkan Solar Plexus Chakra pada tubuh. Sehingga menstimulasi kelenjar timus sehingga tubuh kita menyeimbangkan produksi sel darah putih.

5. Meningkatkan percaya diri

Penelitian membuktikan anak yang sering dipeluk lebih percaya diri daripada yang jarang disentuh orangtua mereka. Selain itu, sentuhan berupa pelukan yang diterima sejak kecil bisa meningkatkan rasa cinta seseorang pada diri sendiri. Sehingga orang itu enggak akan mudah merasa kesepian atau depresi.

6. Bikin kulit halus

Ternyata saat kita berpelukan, kulit kita merespon baik sehingga kulit kita lebih bersinar, sehat dan halus. Bagian tubuh ini efeknya melembabkan tubuh dan mengalirkan listrik positif sehingga menyeimbangkan sistem ketegangan pada kulit.

Nah, itu tadi enam alasan manusia butuh berpelukan setiap hari. Semoga bermanfaat.

Minggu, 28 Desember 2014

Ambil 8 Keputusan Ini Sekarang, Maka Kelak Hanya Syukur yang Kamu Dapatkan



Hidup tidak bisa dipisahkan dari serentetan keputusan penting yang bisa membuat hidupmu menuju ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Sebagai manusia biasa, dibutuhkan keberanian besar untuk mengetuk palu yang menandai berjalannya sebuah kesepakatan. Tidak jarang keyakinan untuk berjalan juga didasari oleh pertimbangan panjang.
Tapi bukankah hidup tanpa keberanian adalah sebuah kesia-siaan? Jika kamu memang tak ingin hidupmu berjalan tanpa makna, mulai saat ini giatilah 8 hal yang nampak sederhana. Kelak, hanya syukur yang kamu temukan sebagai hadiahnya.

1. Beranikan diri untuk membedakan hal yang kamu butuhkan dan hal apa yang hanya kamu inginkan

Sampai saat ini, seringkali kita masih belum bisa membedakan mana yang sebenarnya kita butuhkan dan mana yang sebenarnya kita cuma sekedar inginkan. Seringkali kita terlalu menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang kita pikir kita butuh, padahal sebenarnya kita bisa hidup damai tanpa barang itu.
Ada perbedaan besar antara apa yang kita butuh dan yang hanya sekedar kita inginkan. Kita sering mengeluh: kenapa kita nggak pernah bisa dapat apa yang kita mau? Padahal, nggak mendapatkan apa yang kita mau itu nggak apa-apa. Yang jadi masalah adalah nggak mendapatkan apa yang kita butuh.
Belajarlah untuk selalu yakin bahwa apa yang kamu dapatkan adalah hal yang terbaik yang patut untuk kamu terima. Kamu harus bisa bersyukur walau nggak bisa dapat apa yang kamu inginkan, kalau apa yang kamu butuhkan udah ada di depan matamu.


2. Kamu tidak punya kewajiban memuaskan semua orang. Beranikan dirimu untuk berkata, “Tidak”

 


Kita seringkali merasa nggak enak menolak permintaan-permintaan dari saudara, teman, bos, atau orang lain. Mulailah membiasakan diri untuk bisa menolak permintaan-permintaan yang menyita banyak tenaga dan waktumu. Bukan berarti kamu jadi orang yang egois dan nggak peduli dengan orang-orang di sekitarmu. Tapi ingatlah, kamu punya waktu yang terbatas juga.
Kamu nggak mungkin terus-terusan mengiyakan permintaan mereka, karena waktumu akan banyak yang terbuang sia-sia. Bantulah mereka yang menurutmu pantas untuk kamu bantu, tapi jangan mengorbankan waktumu untuk orang-orang yang  nggak peduli dan nggak pernah membantumu.


3. Daripada tidur dan gulung-gulung tak perlu, secepatnya ambillah alat olahragamu

 


Memulai kebiasaan hidup sehat semenjak usia dini itu adalah salah satu investasi masa depan yang paling menjanjikan. Kesehatan adalah salah satu faktor utama pendukung kebahagiaan. Kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada tubuh kita di masa tua nanti. Muai sekarang cobalah untuk menghilangkan rasa stres dengan cara yang sehat, bukan lagi dengan cara mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan, atau rokok.


4. Giati hobi yang bisa jadi penawar segala jenuhmu. Temukan gelegak semangat dalam rutinitasmu

 


Kamu perlu mencari kegiatan yang bisa kamu gunakan sebagai sarana melepas rasa stres. Kegiatan-kegiatan menarik yang nggak berhubungan dengan pekerjaanmu bisa jadi obat paling ampuh dan mujarab untuk mengatasi rasa stres dari rutinitas keseharianmu.
Salurkan hobi, bakat atau mintamu agar kamu nggak merasa terlalu jenuh dengan keseharianmu. Selain itu, ini juga bisa menjadi mood booster buat kamu.


5. Mulai sekarang belajarlah berdiri di atas kaki sendiri. Hanya dirimu yang bisa kamu andalkan di akhir hari

 


Terbiasa hidup sendiri dan mandiri itu hal yang penting bagi setiap orang. Menggantungkan hidupmu pada seseorang hanya akan menambah perkara baru dalam hidupmu di masa mendatang. Hidup mandiri bisa membantumu untuk terbiasa menemukan kebahagiaan melalui caramu sendiri. Kamu bisa mengandalkan dirimu sendiri dalam menghadapi berbagai kondisi yang akan kamu hadapi nanti. Dan kamu juga bisa terus maju tanpa harus menunggu pertolongan dari orang lain.


6. Kejar segala impian sekuat yang kamu mampu. Orang lain tak akan peduli pada kegagalanmu

 

Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai semua impianmu, dan jangan biarkan orang lain mengacaukan usahamu itu. Bekerja keras dan penuh semangat adalah cara yang paling ampuh untuk mewujudkan impian kita. Tanpa semangat, semuanya akan terasa berat. Dan tanpa kerja keras, semua hanya sekedar mimpi. Lakukan hal ini selagi kita masih punya semangat tinggi untuk berjuang. Di kemudian hari, kamu hanya tinggal memetik buah dari hasil usahamu kemarin.


7. Bebaskan gagasanmu dari kukungan kotak. Kamu punya sejuta simpanan kelebihan yang bisa mendobrak

 

Kamu tidak perlu khawatir untuk menjadi seseorang yang berbeda dari orang-orang lain di sekitarmu. Jangan melakukan sesuatu hanya karena mengikuti apa yang orang lain katakan atau lakukan. Jika kamu memiliki sebuah ide atau pendapat yang berbeda dari orang lain, bukan berarti kamu salah. Setiap orang memiliki ide dan pendapatnya masing-masing. Jadi, jangan pernah takut untuk berpikir “out of the box“.


8. Putus kaitmu dengan kesalahan masa lalu. Ikhlaskan kegagalanmu, terima hingga bulir terkecil kekuranganmu

 

Keikhlasan bisa membuat kita selalu merasa bahagia dengan apa yang kita punya sekarang. Kita jadi tahu bagaimana seharusnya bersyukur terhadap segala sesuatu yang kita miliki. Kita nggak lagi mudah menderita dan tertekan karena kamu kehilangan sesuatu.
Belajar ikhlas sama halnya kita belajar untuk bisa menghadapi berbagai kondisi di masa yang akan datang. Ikhlas akan membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam menghadapi sebuah masalah.

Kita memang hidup di hari ini, bukan kemarin atau besok. Kita wajib untuk tetap fokus dengan kehidupan yang kita jalani sekarang. Tapi bukan berarti kita juga nggak perduli dengan masa depan kita nanti. Ingatlah, apa yang kamu dapatkan di masa depanmu nanti adalah buah dari hasil usahamu saat ini. Suatu hari nanti, kamu akan bersyukur atas semua tindakan positif yang pernah kamu buat di masa lalu.

by Ernia Karina

Trik Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku


Kebiasaan buruk yang dilakukan sejak kecil tanpa sadar terbawa hingga beranjak dewasa. Berikut trik menghentikan kebiasaan buruk menggigit kuku.
Perasaan bosan, cemas, stres dan gugup tanpa sadar memicu perilaku kompulsif seperti menggigit kuku. Nyatanya kebiasaan tidak sehat ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga tanpa disadari dilakukan oleh orang dewasa.
Sebagai sarang kuman, bakteri, virus, dan jamur kuku dapat menjadi salah satu sumber penyebaran penyakit. Mengutip laman Ehow, berikut beberapa trik menghentikan kebiasaan menggigit kuku.
1. Duduk di depan kaca dan lihat diri Anda sedang menggigit kuku untuk melihat betapa tak menariknya melihat kebiasaan ini.
2. Potong pendek kuku, dan haluskan agar tak ada pinggiran yang kasar untuk digigit.
3. Sadari keinginan menggigit kuku dan coba menyibukkan tangan dengan memegang pulpen, manik-manik, atau sepotong lilin atau bola mainan.
4. Kunyahlah permen karet bebas gula sehingga mulut tetap sibuk dan tidak menggigit kuku.
5. Oleskan lotion anti menggigit kuku yang bisa didapatkan di apotik dan toko obat terdekat. Saat tanpa sadar menggigit kuku, Anda akan merasakan pahit karena terkena lotion ini.
6. Kenakan karet gelang di pergelangan tangan. Saat Anda berusaha menggigit kuku, tariklah karet gelang dan lepaskan hingga kulit terasa sakit dan kebiasaan buruk ini berkurang.
7. Hadiahi diri atau anak Anda saat kuku tampak lebih baik, misalnya mengunyah permen jika tidak menggigit kuku selama 1 jam.
8. Pakai kuku palsu yang bisa bertahan selama 2 minggu sehingga bisa menghentikan kebiasaan buruk Anda.
9.Gunakan plester luka bergambar sehingga Anda terasa sayang untuk menggigit kuku yang tampak cantik tersebut.

Bocah dan Sekantong Paku


Konon Ahmad adalah bocah yang sulit diatur… sifatnya yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain.
Suatu ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya; “Nih, tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku di pagar itu” kata ayahnya.
Di hari pertama, Ahmad menancapkan sebanyak 32 batang paku di pagar… dan setelah seminggu berlalu, ia demikian terkejut melihat banyaknya paku-paku yang tertancap di pagar. Ia pun memutuskan untuk lebih mengendalikan dirinya dan mengurangi jumlah paku yang harus dia tancapkan tiap hari.
Ternyata benar, ia berhasil mengurangi jumlah paku yang harus ditancapkannya tiap hari… dan saat itulah ia mulai sadar bagaimana cara mengendalikan diri. Baginya, hal tersebut lebih mudah dari pada harus menancapkan paku di pagar setiap hari.
Demikian Si Ahmad melalui hari-hari berikutnya… hingga tibalah suatu hari dimana ia tidak lagi menancapkan sebatang paku pun di pagar! Ketika itulah Ahmad melapor kepada Ayahnya, dan mengatakan bahwa ia tidak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun…
Sang Ayah pun berkata kepadanya: “Hmm… baiklah, sekarang cabutlah sebatang paku setiap harinya, jika kamu berhasil melewati hari itu tanpa berkata kasar atau bertengkar dengan siapa pun…”
Hari demi hari berlalu cukup lama hingga akhirnya Ahmad berhasil mencabut seluruh paku tersebut. Ia pun melapor kepada ayahnya bahwa seluruh paku di pagar telah dicabutnya kembali. Maka Sang ayah mengajaknya ke pagar sembari berkata: “Hmm, bagus bagus… kerjaanmu cukup baik… tapi, coba perhatikan lubang-lubang bekas paku yang kau tancapkan di pagar, ia takkan kembali seperti sedia kala! Wahai Anakku… ketika kamu bertengkar dan marah dengan seseorang, kamu akan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik… kamu meninggalkan mereka dengan luka yang dalam seperti lubang-lubang yang kau lihat ini… benar, kau bisa saja menikam seseorang lalu mencabut pisau tadi dari perutnya; akan tetapi, kau pasti akan meninggalkan bekas luka yang dalam! Karenanya, percuma saja kamu menyesali perbuatanmu itu berkali-kali, karena toh bekas lukanya tetap ada, dan ingatlah bahwa luka akibat lisanmu adalah lebih menyakitkan dari pada tikaman”.
Al Mutanabbi mengatakan:
جِرَاحَاتُ السِّÙ†َانِ Ù„َÙ‡َا الْتِئَامُ Ùˆَلاَ ÙŠَÙ„ْتَئِÙ…ْ Ù…َا جَرَØ­َ اللِّسَانُ
Kalau senjata lukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh.
Kalau lisan lukai hati, kemana obat hendak dicari...
Semoga bermanfaat. ...